Sunday, May 19, 2013
Banner
Gaya Hidup Berseni Berani Karena Benar Diusung Pasukan Kapiten
Banner
Berani Karena Benar Diusung Pasukan Kapiten Print

Mati surinya perfilman di Tanah Air selain kurang didukung Pemerintah juga karena banyak film Indonesia kurang bobot. Ekspektasi penonton terhadap film nasional sudah tinggi alias bukan sekadar tontonan hiburan semata. Pesan-pesan edukatif  dibutuhkan untuk memberi bobot mutu film Indonesia. Lewat film Pasukan Kapiten, Cinema Delapan dan sutradara muda Rudi Sujarwo berniat memberikan tontonan sarat pesan moral.

Dari sisi bisnis, diakui investasi di industri Film Indonesia masih tergolong high risk. Minimnya distribusi dan kecilnya jumlah bioskop tak sebanding jumlah penduduk kita. Apalagi Pemerintah kurang memperhatikan dan mendukung industri ini. “Kami rasakan pajak untuk industri ini terlalu besar, ijin lokasi sulit, infrastruktur kurang memadai, dan mendapat perlakuan berbeda dibanding film luar,” ungkap Alfani Wiryawan, produser Cinema Delapan, rumah produksi produsen Pasukan Kapiten.
Namun demikian film Indonesia harus tetap ada. Untuk itulah Pasukan Kapiten dibuat, agar target market anak-anak usia 8-10 tahun yang haus tontonan bermutu bisa terpenuhi. Dengan menggandeng sineas berbakat Rudi Sujarwo kemungkinan pertengahan Agustus 2012 ini film bakal dirilis.

Investasi produksi film ini mencapai  Rp 4-5 miliar. Target penonton pun dipatok di atas 300 ribu orang di bioskop kelas A-plus macam Cineplex 21 dan Blitz. Selain bioskop A-plus, diharapkan bioskop-bioskop kelas C dan D juga dapat menjadi sasaran potensial film ini. “Sebab bioskop segmen A-plus sangat terbatas di Indonesia, hanya ada di kota-kota besar. Untuk daerah-daerah tertentu bioskop kelas C dan D, justru harus menjadi target utamanya,” ujar Alfani.

Film diangkat tak jauh dari kisah kehidupan sehari-hari bercerita bagaimana bullying atau penindasan selalu dialami di usia-usia kanak-kanak.  “Banyak anak mengalami dilema. Ia sering jadi korban bullying oleh anak-anak usia di atasnya atau malah dari orang tuanya sendiri,” ujar Rudi Sujarwo. Film memadukan karakter anak usia 8-10 tahun dengan usia 70-an tahun sebagai tokoh utama dan sarat pesan-pesan moral. Sasaran jadi bukan hanya anak-anak saja tetapi juga segmen Opa-Oma yang umurnya 60 hingga 70-an tahun.

“Berani karena benar,:” merupakan tagline sekaligus pesan kunci edukatif pada film ini untuk menghadang bentuk penindasan bullying yang tercela tadi. Selain mengangkat ciri atau karakter anak yang dimuliakan juga terkandung ajakan agar anak bersikap hormat ke yang lebih tua; termasuk menghargai orang tua. (BA)

 

 

Klik: Channel Para Pebisnis

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Asus Targetkan Jual 1,2 juta unit notebook

article thumbnail

Palembang - Asus menargetkan penjualan notebook 1,2 juta unit di Indonesia pada 2013, kata [ ... ]


Samsung Galaxy S4 diluncurkan pada akhir pekan ini

article thumbnail

Jakarta - Samsung akan meluncurkan ponsel pintar terbarunya Galaxy S4 di Jakarta akhir pek [ ... ]


Banner