| Seeing Through Paper, Pameran Inovatif dan Kreatif Jazz Pasay |
|
|
Selama 18 tahun Jazz Pasay memiliki kedekatan dengan dunia fesyen dan seni rupa, dimana Jazz secara terus-menerus menggeluti ke-dua dunia ini. karya Jazz Pasay sejalan dengan ideologi yang di sebutkan di atas, dalam menggabungkan dua dunia yang berbeda. Kecintaannya pada dunia fesyen sudah ada sejak usia dini. Ia dikenal sebagai seorang seniman multitalenta yang melalui kecintaannya kepada dunia fesyen dan seni rupa. ide dan inovasinya, membawa Jazz menggalih
dan mengolah lebih jauh karya-karyanya sehingga membuahkan hasil yang beragam, seperti busana, produk fesyen dan gaya hidup.
Pada pameran ‘Seeing Through Paper’, Jazz Pasay memilih kertas, baik fancy dan daur ulang sebagai media untuk membuat produk yang artistik serta berfungsi. “ Saya memilih kertas, karena dalam kegiatan sehari-hari banyak berhubungan dengan kertas baik dalam membuat sketsa, desain, pola, dan kemasan. Kertas adalah bahan yang sangat mudah dibentuk dan multi guna, yang telah berabad-abad lalu digunakan di pelbagai bidang dan mudah didapat dan ekonomis,” ungkap Jazz Pasay. Niat dari diselenggarakannya pameran ini menurut Jazz Pasay agar dapat berbagi pengalaman kesemua kalangan terutama bagi mereka yang menyukai dunia seni apapun seninya.selain itu pameran ini diharapkan Jazz dapat memotivasi sesama insan seni, dan berbagi idealisme tentang gaya hidup ramah lingkungan, serta secara tidak langsung mendukung industri kreatif kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Pengaruh terbesar Jazz Pasay dalam proses berkarya Ia dapati dari film dan komik. Sejak kecil Ia menyukai komik, baik lokal maupun asing. Permainan warna, kostum dan karakter pada komik dan film sangat berperan penting dalam proses berkarya. Ia juga sangat trinspirasi khususnya pada gambar visual dengan teknik digital dan special effect dari banyak film yang Ia lihat. Inspirasi ini Ia terjemahkan ke dalam sketsa yang kemudian di wujudkan. Komunikasi global saat ini dapat diperoleh dengan sekejap. Inspirasi datang, dan mendorong seorang desainer untuk melakukan ekspansi produk tidak hanya pada satu disiplin ilmu, namun merambah kepada karya dan produk berbeda. Desainer dunia Giorgio Armani melakukan ekspansi produk dengan Armani Casa-nya. Pengembangan produk ini pun dilakukan oleh Jazz Pasay. Sebagai seorang desainer fesyen Ia terbiasa dengan proses penciptaan. Bermain dengan sketsa, pola, dan proses produksi bersama tim yang Ia latih dan percaya. Ia mengambil kesempatan ini dengan membuat produk berbeda yaitu dekorasi rumah dan aksesori. Tidak hanya Ia membuktikan dirinya sebagai seorang desainer fesyen dan seniman, namun juga sebagai seorang desainer produk.
Karya seni, fesyen dan produk semakin berjalan beriringan. Jazz Pasay merasa ada kedekatan dengan bidang-bidang ini. Ia tidak canggung dalam membuat karya-karya dari ke-tiga hal ini. Serangkaian karya pada pameran ini, instalasi, lukisan, sketsa, fotografi, dan objek / produk, di persiapkan secara seksama. Semua kertas fancy berkualitas tinggi secara penuh di dukung oleh PT. Surya Palacejaya, distributor kertas terbesar di Indonesia, dan semua foto, pencetakan, dan teknik potong dengan teknologi laser di bantu oleh PT. Globe Digital Imaging. Atas dukungan dari perusahaan-perusahaan ini, Jazz Pasay dengan leluasa bermain dengan motif, bentuk, dan teknik potong seperti terlihat pada produk aksesori rumah, busana, dan elemen-elemen dengan motif batik. Ada tantangan tersendiri dalam mengolah kertas sebagai medium, namun keyakinan dan niatnya untuk memperkenalkan fungsi lain kertas mengatasi kesulitan itu. Pada salah satu karya instalasi, Jazz Pasay bercerita tentang kota Jakarta dan budaya-nya, dengan membuat karya berbentuk Ondel-Ondel. Pada karya dua dimensi lukisan Ia menggunakan bahan kertas dan cat akrilik di atas kanvas. Pada karya fotografi, Ia memotret figur orang sebagai obyek foto, dipertegas dengan elemen-elemen fesyen. Karya merchandise dipersiapkan cukup serius. Beberapa jenis merchandise siap pakai di antaranya; aksesori rumah, produk fesyen, dan topeng, siap untuk di koleksi bagi tamu yang berkeinginan untuk membeli. Karya busana kertas pun memeriahkan acara pembukaan pameran melalui acara peragaan busana untuk pria dan wanita. Dengan kertas-kertas ini Jazz Pasay menghasilkan karya dengan craftmanship yang menonjol, dipertegas dengan permainan warna dan ornamen. Pada akhirnya, seni adalah hal personal buat Jazz Pasay. Apa yang Ia lakukan mencerminkan kecintaannya. Menurutnya orang boleh memiliki penilaian tersendiri tentang seni dan seorang seniman; namun Ia berharap melalui pameran ‘Seeing Through Paper’ ini Ia dapat memperlihatkan passion, ide dan kreatifitasnya, yang mana merupakan kata kunci bagi seorang seniman. Ia tidak akan berhenti bereksplorasi, mengembangkan karyanya, serta menemukan medium dan teknik yang baru lagi, guna mengukuhkan dirinya sebagai seorang desainer fesyen, beriringan dengan itu Ia ingin memberi kontribusi pada dunia seni rupa Indonesia.(windi-BA) |
| Asus Targetkan Jual 1,2 juta unit notebook Palembang - Asus menargetkan penjualan notebook 1,2 juta unit di Indonesia pada 2013, kata [ ... ] |
| Samsung Galaxy S4 diluncurkan pada akhir pekan ini Jakarta - Samsung akan meluncurkan ponsel pintar terbarunya Galaxy S4 di Jakarta akhir pek [ ... ] |