| Kereta Barang Kian Prospektif |
|
|
Program revitalisasi angkutan kereta api yang dilakukan Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan, kian menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.
Tak hanya untuk layanan penumpang, namun juga angkutan kereta barang. Tahap demi tahap, perbaikan sistem layanan pengoperasian kereta api barang di beberapa rute, menunjukkan performa dan kinerja yang makin baik. Hal ini bisa dilihat dari data angkutan barang maupu pendapatan dari layanan ini yang terus meningkat. Misalnya angkutan batubara yang selama ini menjadi salah satu primadona angkutan
Selain di Sumatera, KA batubara di Jawa juga terus meningkat permintaannya. Terutama KA Batubara Cigading-Bekasi yang merupakan penerusan angkutan batubara dari Sumatera Selatan dan Kalimantan yang diseberangkan dengan kapal ke Cigading, Banten. Selanjutnya, dari Cigading muatan tersebut diangkut dengan kereta api ke Stasiun Bekasi, Jawa Barat untuk mensuplai kebutuhan pabrik, terutama industri semen. Karena itu untuk mengantisipasi boming angkutan batubara ini, PT KAI juga melakukan investasi besar-besaran untuk pengadaan lokomotif dan gerbong, dan sarana pra sarana penunjang. Seperti membangun double track di jalur Tanjungenimbaru-Prabumulih, menambah stasiun baru, peningkatkan kapasitas lintas/frekuensi KA, Dipo perawatan gerbong, serta penambahan sumber daya manusia (SDM). “Khusus untuk Sumatera, kita akan investasi untuk menambah 50 lokomotif dan 1.200 gerbong, terutama untuk mengantisipasi lonjakan batubara. Sebagian sudah datang, dimana untuk gerbong sudah ada 600 unit dan ditargetkan terkirim semua hingga 2014,” ujarnya. Tentu tak hanya batubara, namun juga komoditi lain. Bahkan untuk angkutan barang Khusus di Jawa, PT KAI akan menambah 100 lokomotif yang dipesan dari General Electric (GE) –Amerika Serikat. Di samping itu, akan dilakukan penambahan 1.200 gerbong untuk kereta peti kemas yang dibangun oleh PT Industri Kerata Api (Inka), di mana 500 di antaranya telah diserahkan ke PT KAI. Penambahan KA peti kemas, di antaranya untuk memperkuat layanan di lintas utara, yakni Tanjung Priok Jakarta ke Kalimas, Surabaya, maupun sebaliknya. Selain itu, juga pengembangan layanan lintas lain, seperti KA peti kemas untuk melayani Cikarang Dry Port (CDP)-Waru/Kalimas Surabaya atau ke Tanjung Priok, Jakarta. KA peti kemas lintas selatan Solo Jebres, serta KA peti kemas Gedebage (Bandung)- Pasoso (Tanjung Priok) Jakarta. Selain peti kemas, angkutan yang selama ini potensial juga KA Baja Cilegon-Pasar Turi, KA Parcel Jakarta-Surabaya, angkutan CPO di Sumatera Utara, dan berbagai komoditi lainnya. Untuk berbagai kebutuhan pengangkutan barang, PT KAI menyediakan jenis gerbong yang sesuai. Di antaranya dengan bekerjasama PT INKA untuk melakukan modifikasi kereta guna memenuhi spesifikasi teknis jenis angkutan barang tertentu.
Dalam rangka mendukung sistem layanan kelogistikan untuk berbagai komoditi, PT KA Logistik juga menyediakan fasilitas dan layanan tambahan di beberapa stasiun atau terminal angkutan barang, baik di pulau Jawa dan Sumatera. Beberapa di antaranya, berupa warehousing (pergudangan) untuk layanan penyimpanan, alat bongkar muat, kantor ekspeditur, container yard, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Ditambahkan, keunggulan angkutan KA barang untuk transportasi jarak jauh adalah pelayanan ke pelanggan dapat lebih maksimal, terutama dari sisi waktu, keamanan dan keselamatan. Karena itu, pihaknya terus berupaya menjajaki kerja sama dengan kalangan industri, seperti Pertamina untuk angkutan BBM, Semen Holcim, Semen Tiga Roda, baik untuk suplai angkutan batubara maupun pengiriman produk mereka di berbagai daerah. Saat PT KA antara lain telah bekerja sama dengan PT Semen Baturaja, Holcim, dan Tiga Roda. Kerja sama dengan PT Semen Baturaja untuk mengangkut batubara dari Tanjungenimbaru ke Tigagajah untuk pasokan bahan bakar bagi industri semen tersebut. Sedangkan dengan Semen Holcim yakni untuk mengangkut semen dari Cilacap ke Cirebon, bahkan akan diperluas hingga ke Yogyakarta dan Solo. Sedangan dengan Semen Tiga Roda untuk mengangkut semen dari Cirebon ke Purwokerto, dan rencana ke Solo Jebres. Di samping itu, juga rencana di wilayah Banyuwangi untuk diangkut ke Probolinggo dan daerah sekitarnya. Ia menilai, optimalisasi angkutan barang dengan KA ini sangat tepat dan berpotensi menyeimbangkan arus transportasi yang selama ini terpusat di jalan raya hingga menimbulkan kemacetan. Mengurangi kemacetan lalulintas di jalan raya ini perlu dilakukan karena tlah menghambat suply barang dari pabrik ke pasar/konsumen, baik dalam negeri maupun ekspor (luar negeri). “Kereta api mampu memobilisasi angkutan barang dalam jumlah besar sehingga dapat mengurangi beban jalan raya yang kian padat dan bisa mengurangi risiko kerusakan yang biaya perawatanya terus meningkat setiap tahun. Di samping itu, kereta juga hemat energi dan bisa menekan polusi udara. Karena itu pengembangan KA barang perlu didukung semua pihak,” tandasnya. (ACH) |
| Asus Targetkan Jual 1,2 juta unit notebook Palembang - Asus menargetkan penjualan notebook 1,2 juta unit di Indonesia pada 2013, kata [ ... ] |
| Samsung Galaxy S4 diluncurkan pada akhir pekan ini Jakarta - Samsung akan meluncurkan ponsel pintar terbarunya Galaxy S4 di Jakarta akhir pek [ ... ] |