Tuesday, May 21, 2013
Banner
Gaya Hidup Entertaiment Caddy Plus Hole 19
Banner
Caddy Plus Hole 19 Print

Kode etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan, Ketua dan Pimpinan KPK dilarang bermain golf dengan pihak atau pihak-pihak yang secara langsung atau tidak langsung berpotensi menimbulkan benturan kepentingan sekecil apapun.

Golf dianggap  olahraga ‘terlarang’, karena di Indonesia, dipersepsikan masyarakat umum sebagai olahraga eksklusif dan ajang lobi.
Padahal, golf dikenal sebagai permainan yang sangat menghormati kejujuran pada diri sendiri.

Para pegolf yang baik dituntut untuk menundukan diri sendiri dalam mencapai prestasi. Baik dalam perhitungan dalam permainan, maupun dalam penataan terhadap peraturan yang berlaku.

 

Akan tetapi, penghayatan dan penguasahaan terhadap hakekat filosofis dari permainan golf itu, “seolah” bergeser. Umumnya pegolf yang menjadikan olahraga ini sebagai sarana melobi seseorang.

 

Ada cerita klasik terkenal. Seorang pengacara beken yang biasanya tidak mau kalah di pengadilan, diam-diam sering memindahkan bola yang akan dipukulnya agar dapat memenangkan pertandingan. Dengan kata lain, perilaku pemain dalam permainan golf mencerminkan sikap dan sifat dari pemainnya sehari-hari. Itulah, rupanya cermin kepribadian, yang bisa menghalalkan segala cara untuk memenangkan perkara.

Ketika masyarakat dihadapkan ke lebih banyak pilihan olahraga baru, yang menawarkan layanan relaksasi up-to-date , bisnis golf pun menawarkan “pemanis”. Salah satu daya tarik lapangan golf adalah moleknya caddy perempuan. Memang, tidak bisa dipungkiri banyak pegolf yang menjadikan paras cantik caddy sebagai kriteria penentu padang golf yang akan dipakai.

Sesungguhnya, bisik-bisik seputar kegenitan caddy yang bisa diajak “tidur” dan kenakalan golfer bukan cerita baru. Untuk satu permainan 18 hole, minimal menempuh jarak 6 km. Istilah hole 19, diartikan sebagai perilaku menyimpang di dunia golf. Di Jabotabek terdapat sekitar 30 lapangan golf dan hampir sepanjang hari lapangan-lapangan itu penuh.

Eksekutif yang suka golf, pasti tahulah tempatnya, mana yang caddy-nya rata-rata cantik, muda dengan rata-rata berpenampilan menarik.
Bagaimana tidak. Klub-klub golf  berlomba mengemas cara untuk menggaet pegolf sebanyak-banyaknya. Bila perlu, mayoritas pengunjung (pegolf) adalah member abadi.

Tak sekadar  paket murah dan pelayanan maksimal. Belakangan ini, tidak sedikit klub golf yang mengandalkan para caddy sebagai daya tarik. Mereka menjadikan caddy sebagai ujung tombak untuk menambah daftar pelanggan dan member-nya. Caranya, mereka sangat selektif dalam merekrut caddy. Perfoma menarik menjadi prioritas.
Sebenarnya, jika dilihat dari penampilan saat bekerja, caddy cenderung menggunakan pakaian yang tertutup. Umumnya, menggunakan berlengan panjang dan celana panjang. Soalnya, mereka bekerja di bawah terik matahari, ngapain pula  berpakaian seksi.

caddy tak hanya membawa tas pemain dan memungut bola pemain. Selain itu, caddy juga bertanggung jawab membersihkan tongkat dan memperbaiki bekas pukulan pada bola golf, membersihkan halangan di perangkap pasir, mengangkat bendera penunjuk lubang, dan memberi pujian kepada pemain.

caddy yang berpengalaman dituntut bisa membaca situasi lapangan, keadaan cuaca dan arah angin, serta membantu pemilihan tongkat golf. Sewaktu bekerja, caddy harus terus awas dan berhati-hati. Penalti akibat kesalahan caddy dibebankan ke skor pegolf. caddy harus paham benar peraturan permainan golf, dan jumlah maksimum tongkat golf yang boleh dibawa di dalam kejuaraan. Untuk itu, caddy juga wajib memiliki wawasan luas terhadap tugasnya mendampingi pegolf.

Tidak jarang pegolf minta advis kepada caddy untuk meneruskan pukulan ketika kesulitan menentukan arah bola.Tugasnya memberikan layanan kepada para pegolf. Selain memayungi para pemain, juga kerap ngobrol dan bercanda dengan mereka. Pokoknya men-“servis”lah. Nah, karena ngobrol dan bercanda-canda itulah, kadang-kadang timbul rasa saling suka antara pemain dan caddy-nya. Setelah itu,  biasanya para pegolf yang umumnya orang-orang berduit itu mulai saling tukar nomor handphone. Mereka pun janjian.

Hubungan antara pegolf dengan caddy biasanya menjadi lebih dekat saat terjadi pemberian tip. Jika tip normal Rp 50.000 hingga Rp 100.000 untuk 18 hole. Nilai tips, memang bervariasi, mulai Rp 300 ribu.  Kalau booking untuk hang- out tarifnya mulai Rp 500 ribu. Jika tipsnya besar baru muncul chemistry-nya.

Para pegolf tak jarang saling berkomunikasi antara kelompoknya untuk mendapatkan informasi baru. Yaitu, tempat yang mempekerjakan caddy cantik berpakain seksi dan bisa digoda. Dia juga kerap membuat janji sesama penghobi golf plus-plus untuk mengunjungi tempat-tempat golf pilihannya itu. Tak jarang, aktivitas “berburu” caddy plus itu menjadi taruhan di antara mereka.
Penasaran? Tunggu investigasi berikutnya.






 

Klik: Channel Para Pebisnis

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Asus Targetkan Jual 1,2 juta unit notebook

article thumbnail

Palembang - Asus menargetkan penjualan notebook 1,2 juta unit di Indonesia pada 2013, kata [ ... ]


Samsung Galaxy S4 diluncurkan pada akhir pekan ini

article thumbnail

Jakarta - Samsung akan meluncurkan ponsel pintar terbarunya Galaxy S4 di Jakarta akhir pek [ ... ]


Banner