| Caddy Plus Hole 19 |
|
|
Golf dianggap olahraga ‘terlarang’, karena di Indonesia, dipersepsikan masyarakat umum sebagai olahraga eksklusif dan ajang lobi. Para pegolf yang baik dituntut untuk menundukan diri sendiri dalam mencapai prestasi. Baik dalam perhitungan dalam permainan, maupun dalam penataan terhadap peraturan yang berlaku.
Akan tetapi, penghayatan dan penguasahaan terhadap hakekat filosofis dari permainan golf itu, “seolah” bergeser. Umumnya pegolf yang menjadikan olahraga ini sebagai sarana melobi seseorang.
Ada cerita klasik terkenal. Seorang pengacara beken yang biasanya tidak mau kalah di pengadilan, diam-diam sering memindahkan bola yang akan dipukulnya agar dapat memenangkan pertandingan. Dengan kata lain, perilaku pemain dalam permainan golf mencerminkan sikap dan sifat dari pemainnya sehari-hari. Itulah, rupanya cermin kepribadian, yang bisa menghalalkan segala cara untuk memenangkan perkara. Ketika masyarakat dihadapkan ke lebih banyak pilihan olahraga baru, yang menawarkan layanan relaksasi up-to-date , bisnis golf pun menawarkan “pemanis”. Salah satu daya tarik lapangan golf adalah moleknya caddy perempuan. Memang, tidak bisa dipungkiri banyak pegolf yang menjadikan paras cantik caddy sebagai kriteria penentu padang golf yang akan dipakai. Eksekutif yang suka golf, pasti tahulah tempatnya, mana yang caddy-nya rata-rata cantik, muda dengan rata-rata berpenampilan menarik. Tak sekadar paket murah dan pelayanan maksimal. Belakangan ini, tidak sedikit klub golf yang mengandalkan para caddy sebagai daya tarik. Mereka menjadikan caddy sebagai ujung tombak untuk menambah daftar pelanggan dan member-nya. Caranya, mereka sangat selektif dalam merekrut caddy. Perfoma menarik menjadi prioritas.
caddy yang berpengalaman dituntut bisa membaca situasi lapangan, keadaan cuaca dan arah angin, serta membantu pemilihan tongkat golf. Sewaktu bekerja, caddy harus terus awas dan berhati-hati. Penalti akibat kesalahan caddy dibebankan ke skor pegolf. caddy harus paham benar peraturan permainan golf, dan jumlah maksimum tongkat golf yang boleh dibawa di dalam kejuaraan. Untuk itu, caddy juga wajib memiliki wawasan luas terhadap tugasnya mendampingi pegolf. Tidak jarang pegolf minta advis kepada caddy untuk meneruskan pukulan ketika kesulitan menentukan arah bola.Tugasnya memberikan layanan kepada para pegolf. Selain memayungi para pemain, juga kerap ngobrol dan bercanda dengan mereka. Pokoknya men-“servis”lah. Nah, karena ngobrol dan bercanda-canda itulah, kadang-kadang timbul rasa saling suka antara pemain dan caddy-nya. Setelah itu, biasanya para pegolf yang umumnya orang-orang berduit itu mulai saling tukar nomor handphone. Mereka pun janjian. Hubungan antara pegolf dengan caddy biasanya menjadi lebih dekat saat terjadi pemberian tip. Jika tip normal Rp 50.000 hingga Rp 100.000 untuk 18 hole. Nilai tips, memang bervariasi, mulai Rp 300 ribu. Kalau booking untuk hang- out tarifnya mulai Rp 500 ribu. Jika tipsnya besar baru muncul chemistry-nya. Para pegolf tak jarang saling berkomunikasi antara kelompoknya untuk mendapatkan informasi baru. Yaitu, tempat yang mempekerjakan caddy cantik berpakain seksi dan bisa digoda. Dia juga kerap membuat janji sesama penghobi golf plus-plus untuk mengunjungi tempat-tempat golf pilihannya itu. Tak jarang, aktivitas “berburu” caddy plus itu menjadi taruhan di antara mereka. |
| Asus Targetkan Jual 1,2 juta unit notebook Palembang - Asus menargetkan penjualan notebook 1,2 juta unit di Indonesia pada 2013, kata [ ... ] |
| Samsung Galaxy S4 diluncurkan pada akhir pekan ini Jakarta - Samsung akan meluncurkan ponsel pintar terbarunya Galaxy S4 di Jakarta akhir pek [ ... ] |